Novel “Aku Tidak Membeli Cintamu” (Jendela, Jakarta, cet I 2012, 256 halaman), yang baru saya temukan di sebuah toko buku di Padang, Selasa (9/2), merupakan novel kedua karya Desni Intan Suri, setelah “Antara Ibuku dan Ibuku” (2011), dan kemudian “Harta Pusaka Cinta” (2014). Ketiga novel ini merupakan novel yang berlatar belakang adat dan budaya Minangkabau. Inilah menariknya, karena meski telah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar