Tampilkan postingan dengan label Sastra dan Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra dan Budaya. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Juni 2016
Kaba Tareh dan Curito
Penulisan sejarah di Indonesia, tidak selalu hanya berdasarkan peninggalan-peninggalan berupa candi, prasasti, atau batu-batu bertulis lainnya, tetapi juga bersumber dari karya-karya para pujangga masa lalu, seperti Babad, Hikayat, Silsilah Raja-Raja, Kronik-kronik, dan berita-berita tentang berbagai peristiwa masa lalu dengan keanekaragaman versi, bentuk, dan gaya penyajianya. Dan ini tidak
Selasa, 24 Mei 2016
Sejarah Lokal Mengalami Booming di Era Raja-Raja Lokal
Sejarahwan Indonesia yang juga guru besar ilmu sejarah Universitas Andalas, Padang, Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan menyatakan, telah ada semacam ketidakpercayaan terhadap sejarah nasional. Kajian-kajian historiografi yang muncul di beberapa daerah membuktikan betapa banyaknya hasil penelitian, penulisan dan publikasi sejarah lokal yang dilakukan oleh pemerintah daerah di era reformasi ini.
“
Dr. Wannofri Syamry : Penulisan Sejarah Harus Tunduk pada Dokumen
Catatan: Dasril Ahmad
Menulis sejarah jelas berbeda dengan menulis karya sastra, seperti cerpen dan novel, yang bisa sesuka hati penulis menampilkan berbagai peristiwa dan watak tokoh-tokohnya secara imajinatif. Tetapi untuk karya sejarah tidaklah demikian. Kunci penelitian dan penulisan sejarah adalah dokumen. Penulisan sejarah harus tunduk pada dokumen masa lampau yang ditemukan waktu kita
Kalimat Efektif Mutlak dalam Penulisan Sejarah
Kalimat efektif mutlak digunakan dalam penulisan sejarah, karena penulisan (karya) sejarah termasuk kategori karya ilmiah. Dalam kaidah berbahasa Indonesia yang benar, penulisan karya ilmiah mesti menggunakan ragam bahasa standar atau baku, yaitu; kalimatnya harus jelas, lugas, teratur, tepat makna, dan sistematis, yang lazim juga disebut dengan kalimat efektif.
Hal itu dikemukakan Guru Besar
Jumat, 29 April 2016
Mengenang Chairil Anwar Lewat Sajak Kawanku dan Aku
Oleh Dasril Ahmad
Tanggal 28 April merupakan tanggal dan bulan yang selalu dikenang dan diperingati oleh kalangan penyair dan sastrawan Indonesia, karena pada tanggal tersebut, 67 tahun yang lalu , tepatnya 28 April 1949, wafatlah penyair besar kita, Chairil Anwar, dalam usia yang relatif muda, 27 tahun. Chairil Anwar lahir 26 Juli 1922 di Medan. Mulai menulis sajak sesudah Jepang mendarat
Selasa, 19 April 2016
Catatan Kebudayaan : Mendiskusikan Sebuah Arca
Oleh Dasril Ahmad
Sebuah arca di museum adalah penting, bukan saja karena ia merupakan sumber sejarah kebudayaan bangsa, tetapi juga relevan dengan fungsi museum untuk melestarikan, mendokumentasikan, dan objek penelitiaan yang kemudian menginformasikan warisan budaya manusia masa lampau itu kepada masyarakat. Menyangkut fungsi museum untuk menginformasikan ini, tentu saja kehadiran sebuah
Senin, 28 Maret 2016
“ Parewa Sato Sakaki “ Rusli Marzuki Saria
Catatan Dasril Ahmad
Esei-esei berbahasa Minang sebagai tulisan kolom "Parewa Sato Sakaki" karya penyair Rusli Marzuki Saria di Harian Haluan, Padang, setiap hari Minggu dari Oktober 2001 sampai Juni 2007, kini dalam persiapan untuk diterbitkan dalam bentuk buku. Berikut kita nikmati 2 esei dari 228 esei terkumpul, yaitu berjudul "Bari Aden Tambo" dan "Sanjato Melawan Puisi". ***
“Bari
Senin, 07 Maret 2016
Dari 80 Tahun Rusli Marzuki Saria : Rusli Impresionistis Dan “ Monumen Safari ” Tonggak Perpuisian Di Sumbar
Oleh : Dasril Ahmad
Sebagai penyair di republik ini, nama Rusli Marzuki Saria sudah lama tercatat dalam sejarah Sastra Indonesia modern. Buku-buku puisi serta esai-esai yang ditulisnya dalam buku Monolog dalam Renungan, termasuk laporan-laporan perjalanannya ke luar negeri, senantiasa ditulisnya bernuansa puitik, bahkan terkesan seperti bakaba. Rusli termasuk penulis yang romantis dengan gaya
Sabtu, 05 Maret 2016
Orang Kaya Padang
Oleh: Darman Moenir
Seperti diberitakan Singgalang (3/3, halaman B-13), Walikota H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., Datuak Marajo akan mendata warga Kota Padang yang memiliki penghasilan berlebih. “Kalau biasanya warga kurang mampu yang kita data, besok tidak lagi. Justru orang kaya yang kita data.”
Mengesankan!
Mahyeldi yang menjalani masa kecil dan sekolah di Bukittinggi punya ide cerdas
Kiat Menulis Cerpen Harris Effendi Thahar
Oleh : Dasril Ahmad
Pengantar
Pengarang Harris Effendi Thahar berceramah tentang “Kiat Menulis Cerpen” pada kegiatan Pelatihan Menulis Cerpen yang diadakan Studio Sastra Arab dan Islam, Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol, Padang, Sabtu, 12 Desember 1998 lalu. Ceramah cerpenis terkemuka Indonesia yang lahir 5 Januari 1950 di Tembilahan (Riau) dan berdomisili di kota Padang ini, diikuti 20 orang
Paragraf Pertama Merupakan Etalase Cerpen
Oleh : Dasril Ahmad
Untuk pedoman bagi anda, beberapa kiat menulis cerita pendek yang saya lakukan selama ini adalah sebagai berikut.
1. Paragraf Pertama
Paragraf pertama ini merupakan etalase sebuah cerpen. Bagi anda yang punya minat menulis, pasti punya minat membaca. Kalau kita tertarik menulis, itu konsekuensinya kita tertarik juga untuk membaca karangan orang lain. Ketika sebuah
Sangat Penting Mempertimbangkan Pembaca : Mencatat “Kiat Menulis Cerpen” Harris Effendi Thahar
Oleh : Dasril Ahmad
Kalau kita menulis cerpen itu untuk diri kita sendiri, ya, ndak perlu dipertimbangkan pembaca. Misalnya menulis di buku harian, tulis sajalah apa yang mau ditulis. Tulis sepuluh kali aku kesal, aku kesal, misalnya, ndak ada orang yang marah. Akan tetapi, kalau kita mempertimbangkan menulis itu untuk dibaca orang lain, berarti kita memproduksi barang yang nanti konsumennya
Mencatat “Kiat Menulis Cerpen” Harris Effendi Thahar: Menghidupkan Tokoh dan Fokus Cerita
Oleh : Dasril Ahmad
Sebenarnya sebagai warga negara terpelajar, wajib bagi kita menguasai tatabahasa tulis yang berlaku umum, meliputi ejaan, bangun kalimat, paragraf dan lain-lain. Mustahil seseorang dapat mengekspresikan maksudnya dengan efektif melalui bahasa tulis, tanpa ia menguasai tatacaranya. Apalagi, seseorang pengarang dituntut menguasai bahasa tulis melebihi kemampuan rata-rata
Sabtu, 13 Februari 2016
Aku Tidak Membeli Cintamu, Novel Desni Intan Suri
Novel “Aku Tidak Membeli Cintamu” (Jendela, Jakarta, cet I 2012, 256 halaman), yang baru saya temukan di sebuah toko buku di Padang, Selasa (9/2), merupakan novel kedua karya Desni Intan Suri, setelah “Antara Ibuku dan Ibuku” (2011), dan kemudian “Harta Pusaka Cinta” (2014). Ketiga novel ini merupakan novel yang berlatar belakang adat dan budaya Minangkabau. Inilah menariknya, karena meski telah
Kamis, 11 Februari 2016
Pers Minangkabau
Catatan: Pinto Janir
"Pers itu penghulu opini. Ia menjadi raja di atas pembentukan pendapat public. Kalau penghulunya sakit, apa yang terjadi? Kemenakan akan kehilangan tempat bertanya. Bagai seorang penghulu, pers adalah tempat bertanya bagi para kemenakannya, sebagai cermin tempat mengaca bagi pembacanya.
Jika cerminnya pecah retak, apa yang terjadi? Yang terjadi adalah bayang-bayang
Rabu, 10 Februari 2016
Pers Nan Membathin
Catatan Pinto Janir
"Tapi lembaga pers bukan 'grup band'. Grup band yang laku keras, rata-rata pemainnya memiliki tingkat kesejahteraan yang sama. Hebat grupnya, kaya pemainnya. Dan pembagian hasil kerja pada sebuah grup band 'jelas' dan adil. Tak ada terdengar, grup band laku, pemain gitarnya kere, atau vokalisnya miskin. "
Kata industri lengket dengan mesin tak terpisahkan dengan materi.
Rabu, 27 Januari 2016
Bahasa Indonesia Bagi Pekerja Asing
Menjelang realisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun 2015, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mempersiapkan masyarakat berbagai kalangan baik akademisi maupun pelaku bisnis. MEA merupakan komitmen ASEAN untuk membangun dan mencapai kemakmuran bersama dengan slogan One Vision, One Identity, One Commitment. Kondisi ini akan mendorong terbentuknya pasar tunggal dimana
Selasa, 26 Januari 2016
Pengajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di Luar Negeri
Bahasa Indonesia juga menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan di universitas-universitas di Vietnam seperti Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC, dan Universitas Sosial dan Humaniora. Jumlah peminat studi bahasa Indonesia di universitas-universitas tersebut cenderung meningkat.
Di Korea Selatan, negara yang kini menjadi pusat perhatian para remaja di Indonesia dan seluruh
Jumat, 11 Desember 2015
Sedikit Catatan Belanda Tentang Pulau Cingkuak
Pulau Cingkuak adalah kepastian pertama hingga suatu tempat kediaman yang aman bagi para pejabat Kompeni dan pegawai-pegawai perdagangannya pada tahun 1666 dibawah pimpinan Verspeet secara pantas dapat dibentengi. Pulau ini sekelilingnya berkarang dengan sebuah pelabuhan alam yang bagus di sebelah timur, di tengahnya ada bukit kecil berbatu karang dan di atasnya berdiri sebuah loji yang ringkas
Senin, 23 November 2015
Konflik Pemikiran Dalam Cerpen Pengarang Etnis Minangkabau :Bagian Keempat
Oleh Endut Ahadiat
Universitas Bung Hatta
Konsep Budi
Sesuai dengan sistem kemasyarakatan yang komunal, setiap individu merupakan bagian dari masyarakatnya. Individu tersebut merupakan milik masyarakat etnik, sebaliknya masyarakat tersebut merupakan milik bersama setiap individu. Rasa saling memiliki inilah yang menyebabkan unsur-unsur tersebut tidak dapat saling menguasai. Sebagai anggota
Langganan:
Postingan (Atom)