Senin, 27 Juni 2016
Pengumuman Hasil Seleksi SBMPTN Tahun 2016
Sebagaimana dirilis website resmi sbmptn.ac.id, hasil seleksi SBMPTN 2016 akan diumumkan tanggal 28 Juni 2016 . Para peserta seleksi SBMPTN dapat melihat hasil seleksi dengan mengkakses pada laman http://pengumuman.sbmptn.ac.id pada pukul 14.00 WIB.Selain itu peserta yang ingin melihat hasil seleksi SBMPTN 2016 juga dapat melihat hasil yang dinyatakan lulus pada laman mirror :
http://
Kasus KDRT dan Perlindungan Hukum
Kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) memperlihatkan kecenderungan terus meningkat dan itu pun didasarkan pada laporan yang disampaikan kepada pihak yang berwenang. Jika diperhatikan apa yang tergolong sebagai KDRT menurut UU yang tidak dilaporkan, tentu jumlah KDRT angka jauh melampaui angka kejadian KDRT yang ada. Persoalannya kemudian, tidak jarang pelaku KDRT tidak tahu apa yang masuk
Sabtu, 25 Juni 2016
Tips Agar Bebas Dari Kecelakaan Di Jalan Pada Masa Mudik Lebaran
Mudik Lebaran sudah menjadi tradisi di masyarakat Indonesia. Pada moment hari lebaran pada umumnya masyarakat yang merantau ingin merayakan bersama keluarga di daerah asalnya. Karena itu pada masa-masa lebaran arus mudik sangat luar biasa dan rawan kecelakaan. Angka kecelakaan dijalan raya selama arus mudik cukup tinggi dan merenggut nyawa pemudik yang tidak sedikit. Sehingga keselamatan di
Senin, 20 Juni 2016
Karakter Bangsa Solusi Pencegah Korupsi
Oleh Martin, S.H.
A. Latar Belakang Masalah
Banyak pembahasan tentang korupsi oleh para ahli dari berbagai sudut pandang dikaji siapa, dimana, dengan apa, bagaimana, bilamana, tentunya ini dengan maksud bagaimana pemahaman dan memberikan masukan kepada pembuat kebijakan atau sebagai sumbangsih dari kalangan akademisi sebagai sebuah bentuk kepedulian terhadap tindak korupsi yang dirasa
Perhitungan Pembayaran THR Tahun 2016
Sebagai negara yang penduduknya mayoritas Islam, THR (Tunjangan Hari Raya) Keagamaan merupakan satu hal yang menjadi harapan seorang pekerja di Indonesia, termasuk bagi pemeluk agama lainnya. THR keagamaan bagi pekerja di Indonesia menjadi perhatian khusus baik bagi pemerintah maupun pengusaha dan tentunya pekerja sendiri. Meskipun demikian tidak jarang seorang pekerja tidak tahu bagaimana
Sabtu, 18 Juni 2016
Berkunjung Ke Nagari Tuo Pariangan, Bertemu Sawah Gadang Satampang Baniah
Catatan: Boy Yendra Tamin
Matahari sudah condong ke barat, sudah jam 3 sore. Angin dingin dan sejuk berembus ketika saya membelokan mobil ke Jalan menuju Nagari Tuo Pariangan., sekitar 13 km dari Kota batusangkar. Meski sedang berpuasa ramadhan dan langit di atas Nagari Pariangan dibeberapa bagian tertutup awan, tetapi tidak menyurut niat saya untuk mengunjungi Nagari Tuo Pariangan.
Persahabatan Hewan Beda Jenis
Persahabatan tidak hanya milik manusia, tetapi juga terjadi pada hewan. Meskipun dalam pandangan yang umum, dipahami hewan yang satu merupakan mangsa bagi hewan yang lain, terutama dalam kaitannya dengan mata rantai makanan. Misalnya seekor kijang adalah mangsa bagi harimau, seekor tikus merupakan mangsa bagi kucing, atau seekor ayam mangsa bagi musang. Dalam mata rantai mangsa memangsa itu,
Kembali ke GBHN
Oleh : Boy Yendra Tamin
Reformulasi Sistem Perencanaan Pembagunan (baca tulisan sebelumnya: Reformulasi.)
Mencermati masalah-masalah perencanaan pembangunan nasional dalam konteks RPJPN, maka memang diperlukan reformulasi dalam arti kembaali ke GBHN sebagai sistem perencanaan nasional. Dalam konteks ini, Sebagai sistem perencanaan pembangunan, GBHN lebih baik ketimbang RPJPN. Selain
Reformulasi Perencanaan Pembangunan Nasional: Kembali Ke GHBN
Oleh Boy Yendra Tamin
Dosen Fakultas Hukum Univ Bung Hatta
Pendahaluan
Adalah sebuah kenyataan, bila di era reformasi pembangunan yang dilakukan berdasarkan atas multi pemerintahan. Setiap ganti pemerintahan ganti program pembangunan. Sulitnya koordinasi pembangunan merupakan masalah yang dihadapi pemerintah dalam pelaksananan pembangunan dibawah sistem RPJPN.
Apa yang terjadi pada
Air Manis Dan Air Mata Penyu
Oleh : Harfiandri Damanhuri
Sea Turtle Information Centre of Indonesia (Setia) UBH, Padang
Di hari penyu se-dunia yang diperingati setiap tanggal 23 Mei. pada peringatan hari penyu sedunia 2016, Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Padang melepaskan kembali para tukik (anak) penyu hijau (Chelonia mydas) sebanyak 100 ekor hasil inkubasi ek-situ di unit penangkaran selama lk 60 hari.
Senin, 06 Juni 2016
Kaba Tareh dan Curito
Penulisan sejarah di Indonesia, tidak selalu hanya berdasarkan peninggalan-peninggalan berupa candi, prasasti, atau batu-batu bertulis lainnya, tetapi juga bersumber dari karya-karya para pujangga masa lalu, seperti Babad, Hikayat, Silsilah Raja-Raja, Kronik-kronik, dan berita-berita tentang berbagai peristiwa masa lalu dengan keanekaragaman versi, bentuk, dan gaya penyajianya. Dan ini tidak
Sabtu, 04 Juni 2016
Transitive and Intransitive Sentences
Name : Revina Septiyanti
Class : 3EB13
NPM : 27213466
Sentences in number five is a transitive sentence which consists of four elements, Dinda, watching, a movie, at the cinema. The identification are subject (Dinda), predicate (watching) , object (a movie) , and modifer of pkace (at the cinema). Them Dinda is noun (N), watching (v1), a movie (O), at the cinema (adv of place). All of these are not phrase however watching a movie in number five is phrase. Which it's head is a movie.
Sentences in number two is a transitive sentence which consists of four elements, I'll, go, to the bookstore, with my mother. The identification are subject (I'll), predicate (go), and modifer of place (to the bookstore), modifier of manner (with my mother). Them I'll is noun (N), go (v1),to the bookstore (adv of place), with my mother (adv of manner). All of these are not phrase however go to the bookstore in number two is phrase. Which it's head is go to the bookstore.
Sentences in number three is a transitive sentence which consists of four elements, He, comes, to my party, without his girlfriend. The identification are subject (He) , predicate (comes), and modifer of place (to my party), modifier of manner (without his girlfriend). Them He is noun (N), comes (v1), to my party (adv of place), without his girlfriend (adv of manner). All of these are not phrase however comes to my party in number three is phrase. Which it's head is comes.
Sentences in number four is a transitive sentence which consists of three elements, She, swims, at the swimmingpool. The identification are subject (She), predicate (swims), and modifer of place (at the swimmingpool). Them She is noun (N), swims (v1), at the swimmingpool (adv of place). All of these are not phrase however swims at the swimmingpool in number four is phrase. Which it's head is swims.
Sentences in number five is a transitive sentence which consists of three elements, My Grandfather, is sitting, in the chair. The identification are subject (My Grandfather), predicate (sitting), and modifer of place (in the chair). Them My Grandfather is noun (N), sitting (v1), in the chair (adv of place). All of these are not phrase however sitting in the chair in number five is phrase. Which it's head is sitting.
Class : 3EB13
NPM : 27213466
Transitive Sentences
- I am eating noodle everyday.
- She saw the rainbow last day.
- Destya is writing a letter in her room.
- He bought a jacket last week.
- Dinda watching a movie at the cinema.
Explanation
Sentences in number one is a transitive sentence which consists of four elements, I, am eating, noodle, everyday. The identification are subject (I) , predicate (eating) , object (noodle) , and modifer of time (everyday). Them I is noun (N), eating (v1), noodle (O) , and everyday (adv of time). All of these are not phrase however eating noodle in number one is a phrase. Which it's head is noodle.
Sentences in number two is a transitive sentence which consists of four elements, She, saw, the rainbow, last day. The identification are subject (She) , predicate (saw) , object (the rainbow), and modifer of time (last day). Them She is noun (N) , saw (v2) , the rainbow (O), and last day (adv of time). All of these are not phrase however saw the rainbow in number two is a phrase. Which it's head is the rainbow.
Sentences in number three is a transitive sentence which consists of four elements, Destya, is writing, a letter, in her room. The identification are subject (Destya), predicate (is writing), object (a letter), and modifer of place (in her room). Them Destya is noun (N), writing (v1), a letter (O), in her room (adv of place ). All of these are not phrase however writing a letter in number three is phrase. Which it's head is a letter.
Sentences in number four is a transitive sentence which consists of four elements, He, bought, a jacket, last night. The identification are subject (He), predicate (bought), object (a jacket), and modifer of time (last night). Them He is noun (N), bought (v2), a letter (O), last night (adv of time). All of these are not phrase however bought a jacket in number four is phrase. Which it's head is a jacket.
Sentences in number five is a transitive sentence which consists of four elements, Dinda, watching, a movie, at the cinema. The identification are subject (Dinda), predicate (watching) , object (a movie) , and modifer of pkace (at the cinema). Them Dinda is noun (N), watching (v1), a movie (O), at the cinema (adv of place). All of these are not phrase however watching a movie in number five is phrase. Which it's head is a movie.
Intransitive Sentences
- My Uncle is sleeping in the room.
- I'll go to the bookstore with my mother.
- He comes to my party without his girlfriend.
- She swims at the swimmingpool.
- My Grandfather is walk at the park.
Explanation
Sentences in number one is a transitive sentence which consists of three elements, My Uncle, is sleeping, in the room. The identification are subject (My Uncle), predicate (sleeping), and modifer of place (in the room). Them My Uncle is noun (N), sleeping (v1), in the room (adv of place). All of these are not phrase however sleeping in the room in number one is phrase. Which it's head is sleeping.
Sentences in number two is a transitive sentence which consists of four elements, I'll, go, to the bookstore, with my mother. The identification are subject (I'll), predicate (go), and modifer of place (to the bookstore), modifier of manner (with my mother). Them I'll is noun (N), go (v1),to the bookstore (adv of place), with my mother (adv of manner). All of these are not phrase however go to the bookstore in number two is phrase. Which it's head is go to the bookstore.
Sentences in number three is a transitive sentence which consists of four elements, He, comes, to my party, without his girlfriend. The identification are subject (He) , predicate (comes), and modifer of place (to my party), modifier of manner (without his girlfriend). Them He is noun (N), comes (v1), to my party (adv of place), without his girlfriend (adv of manner). All of these are not phrase however comes to my party in number three is phrase. Which it's head is comes.
Sentences in number four is a transitive sentence which consists of three elements, She, swims, at the swimmingpool. The identification are subject (She), predicate (swims), and modifer of place (at the swimmingpool). Them She is noun (N), swims (v1), at the swimmingpool (adv of place). All of these are not phrase however swims at the swimmingpool in number four is phrase. Which it's head is swims.
Sentences in number five is a transitive sentence which consists of three elements, My Grandfather, is sitting, in the chair. The identification are subject (My Grandfather), predicate (sitting), and modifer of place (in the chair). Them My Grandfather is noun (N), sitting (v1), in the chair (adv of place). All of these are not phrase however sitting in the chair in number five is phrase. Which it's head is sitting.
Kamis, 02 Juni 2016
Apa kerja sama Internasional yang Bermanfaat bagi Indonesia?
Kerja sama Internasional yang Bermanfaat bagi Indonesia
1. Kerja sama Internasional Bidang Kesehatan
Memerangi HIV/AIDS lewat program bersama PBB mengenai HIV/AIDS (UNAIDS). Tujuannya adalah untuk mencegah penularan, memberikan perawatan dan bantuan, menurunkan kerentanan individu dan masyarakat, serta mengurangi dampak dari epidemik HIV/AIDS. Bidang prioritasnya adalah pemuda, penduduk yang sangat rentan, pencegahan penularan dari ibu ke anak, perawatan AIDS, pengembangan vaksin.
2. Kerja sama Internasional Pengurangan Kemiskinan
1. Kerja sama Internasional Bidang Kesehatan
Memerangi HIV/AIDS lewat program bersama PBB mengenai HIV/AIDS (UNAIDS). Tujuannya adalah untuk mencegah penularan, memberikan perawatan dan bantuan, menurunkan kerentanan individu dan masyarakat, serta mengurangi dampak dari epidemik HIV/AIDS. Bidang prioritasnya adalah pemuda, penduduk yang sangat rentan, pencegahan penularan dari ibu ke anak, perawatan AIDS, pengembangan vaksin.
2. Kerja sama Internasional Pengurangan Kemiskinan
Kegiatan ini lewat proklamasi Majelis Umum PBB bahwa tahun 1997 – 2006 sebagai Dasawarsa Internasional untuk penghapusan kemiskinan
3. Kerja sama Internasional Bantuan untuk Anak-anak
Di bentuknya dana anak-anak PBB (UNICEF) pada tahun 1946 dengan tujuan untuk memberikan perlindungan pada hak-hak anak. Usaha yang dilakukan dengan memberikan kepada mereka perawatan kesehatan, gizi, pendidikan, air bersih, dan sanitasi.
4 Kerja sama Internasional Perlindungan Lingkungan Laut Disetujuinya Konvensi mengenai pencegahan polusi laut karena pembuangan limbah dan bahan-bahan lainnya
6. Kerja sama Internasional Hak-hak Asasi Manusia
a. Disetujuinya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (1948)
b. Disetujuinya Deklarasi Hak Asasi Anak (1959).
c. Disetujuinya Perjanjian Internasional mengenai hak ekonomi, sosial, dan kebudayaan (1966).
d. Disetujuinya Perjanjian International tentang Hak-hak Sipil dan Politik (1966).
e. Disetujui Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita (1979).
f. Disetujuinya Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukum yang tidak Manusiawi atau Merendahkan Derajat (1984)
7. Kerja sama Internasional Bidang Perdamaian dan Keamanan Internasional
4 Kerja sama Internasional Perlindungan Lingkungan Laut Disetujuinya Konvensi mengenai pencegahan polusi laut karena pembuangan limbah dan bahan-bahan lainnya
6. Kerja sama Internasional Hak-hak Asasi Manusia
a. Disetujuinya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (1948)
b. Disetujuinya Deklarasi Hak Asasi Anak (1959).
c. Disetujuinya Perjanjian Internasional mengenai hak ekonomi, sosial, dan kebudayaan (1966).
d. Disetujuinya Perjanjian International tentang Hak-hak Sipil dan Politik (1966).
e. Disetujui Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita (1979).
f. Disetujuinya Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukum yang tidak Manusiawi atau Merendahkan Derajat (1984)
7. Kerja sama Internasional Bidang Perdamaian dan Keamanan Internasional
- Membantu menyelesaikan sengketa antara Indonesia dengan Belanda lewat pembentukan Komisi Tiga Negara maupun Komisi PBB untuk Indonesia (UNCI).
- Dibentuk Organisasi Pengawasan Perdamaian PBB 1948 di Timur Tengah.
- Dibentuk Kelompok Pengamat Militer PBB di India dan Pakistan (UNMOGIP) 1949.
- Dibentuk Misi Perserikatan Transisional PBB di Timor-Timur (UNTAET)
Apa saja bentuk hubungan regional dan internasional Indonesia?
Kebebasan Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri dibuktikan oleh peningkatan hubungan regional dan internasional sebagai berikut:
1. Indonesia Masuk PBB
Pada tanggal 28 September 1950 Indonesia resmi diterima sebagai anggota PBB, dan tercatat sebagai anggota yang ke-60. Banyak manfaat yang diperoleh bangsa Indonesia semenjak menjadi anggota PBB. Berbagai bantuan dan jasa baik PBB telah dinikmati bangsa Indonesia:
1. Indonesia Masuk PBB
Pada tanggal 28 September 1950 Indonesia resmi diterima sebagai anggota PBB, dan tercatat sebagai anggota yang ke-60. Banyak manfaat yang diperoleh bangsa Indonesia semenjak menjadi anggota PBB. Berbagai bantuan dan jasa baik PBB telah dinikmati bangsa Indonesia:
- PBB turut berperan menyelesaikan pertikaian Indonesia- Belanda dalam perang Kemerdekaan (1945-1950) dengan mengirimkan KTN dan UNCI;
- PBB berjasa menyelesaikan pengembalian Irian Barat ke pangkuan RI dengan mengirim misi UNTEA
- PBB banyak memberikan bantuan dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya melalui IMF, IBRD, UNESCO, WHO dan sebagainya.
2. Konferensi Kolombo
Dilaksanakan di Kolombo, Srilanka pada 28 April-2 Mei 1954. Dalam konferensi ini, Indonesia melontarkan perlunya diadakan KAA. Usul Indonesia itu diterima serta mendapat dukungan dari peserta Konferensi Kolombo tersebut. Hasil konferensi merekomendasikan:
1. Indocina harus dimerdekakan dari penjajahan Perancis;
2. menuntut kemerdekaan bagi Tunisia dan Maroko;
3. menyetujui diadakannya KAA
3. Konferensi Pancanegara (Bogor)
Untuk merealisasikan tugas yang dibebankan kepada Indonesia, maka dilakukanlah pendekatan diplomatik kepada 18 negara di Asia dan Afrika. Hasilnya semua negara mendukung diadakannya KAA dan Indonesia sebagai tuan rumahnya
Akhirnya pada tanggal 28-29 Desember 1954, peserta Konferensi Kolombo diundang untuk hadir di Konferensi Bogor. Tokoh penting yang hadir adalah:
1. Mr. Ali Sastroamidjojo (Indonesia);
2. Pandit Jawaharlal Nehru (India);
3. Mohammad Ali (Pakistan);
4. U Nu (Birma);
5. Sir John Kotelawala (Srilanka
4. Konferensi Asia Afrika (KAA)
Diselenggarakan tanggal 18-24 April 1955. Dari 30 negara yang diundang, 29 negara hadir, terdiri dari 23 negara Asia dan 6 negaraAfrika. Satu negara tidak hadir yaitu Federasi Afrika Tengah (Rhodesia dan Nyasa) yang tengah dilanda pergolakan politik.
a. Tujuan Konferensi Asia Afrika (KAA)
1) mewujudkan kerja sama antar bangsa Asia dan Afrika;
2) meningkatkan kerja sama sosial, ekonomi, kebudayaan Asia Afrika;
3) membicarakan permasalahan kedaulatan nasional, rasialisme, dan kolonialisme;
4) meningkatkan peran negara Asia Afrika dalam menujudkan perdamaian dunia.
b. Kesepakatan KAA (Dasa sila Bandung)
1) menghornmati HAM seperti yang termuat dalam Piagam PBB;
2) menghormati kedaulatan, integritas territorial semua mbangsa;
3) mengakui persamaan semua ras dan bangsa;
4) tidak melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri negara lain;
5) menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahakandiri;
6) tidak melakukan tekanan terhadap negara lain;
7) tidak melakukan agresi terhadap wilayah negara lain;
8) menyelesaikan perselisihan internasional dengan jalan damai;
9) meningkatkan kerjasama negara-negara Asia-Afrika;
10) menghormati hukum internasional.
c. Manfaat KAA Bagi Indonesia
Dilaksanakan di Kolombo, Srilanka pada 28 April-2 Mei 1954. Dalam konferensi ini, Indonesia melontarkan perlunya diadakan KAA. Usul Indonesia itu diterima serta mendapat dukungan dari peserta Konferensi Kolombo tersebut. Hasil konferensi merekomendasikan:
1. Indocina harus dimerdekakan dari penjajahan Perancis;
2. menuntut kemerdekaan bagi Tunisia dan Maroko;
3. menyetujui diadakannya KAA
3. Konferensi Pancanegara (Bogor)
Untuk merealisasikan tugas yang dibebankan kepada Indonesia, maka dilakukanlah pendekatan diplomatik kepada 18 negara di Asia dan Afrika. Hasilnya semua negara mendukung diadakannya KAA dan Indonesia sebagai tuan rumahnya
Akhirnya pada tanggal 28-29 Desember 1954, peserta Konferensi Kolombo diundang untuk hadir di Konferensi Bogor. Tokoh penting yang hadir adalah:
1. Mr. Ali Sastroamidjojo (Indonesia);
2. Pandit Jawaharlal Nehru (India);
3. Mohammad Ali (Pakistan);
4. U Nu (Birma);
5. Sir John Kotelawala (Srilanka
4. Konferensi Asia Afrika (KAA)
Diselenggarakan tanggal 18-24 April 1955. Dari 30 negara yang diundang, 29 negara hadir, terdiri dari 23 negara Asia dan 6 negaraAfrika. Satu negara tidak hadir yaitu Federasi Afrika Tengah (Rhodesia dan Nyasa) yang tengah dilanda pergolakan politik.
a. Tujuan Konferensi Asia Afrika (KAA)
1) mewujudkan kerja sama antar bangsa Asia dan Afrika;
2) meningkatkan kerja sama sosial, ekonomi, kebudayaan Asia Afrika;
3) membicarakan permasalahan kedaulatan nasional, rasialisme, dan kolonialisme;
4) meningkatkan peran negara Asia Afrika dalam menujudkan perdamaian dunia.
b. Kesepakatan KAA (Dasa sila Bandung)
1) menghornmati HAM seperti yang termuat dalam Piagam PBB;
2) menghormati kedaulatan, integritas territorial semua mbangsa;
3) mengakui persamaan semua ras dan bangsa;
4) tidak melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri negara lain;
5) menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahakandiri;
6) tidak melakukan tekanan terhadap negara lain;
7) tidak melakukan agresi terhadap wilayah negara lain;
8) menyelesaikan perselisihan internasional dengan jalan damai;
9) meningkatkan kerjasama negara-negara Asia-Afrika;
10) menghormati hukum internasional.
c. Manfaat KAA Bagi Indonesia
- Perjuangan untuk mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Indonesia mendapat dukungan dari negaranegara Asia-Afrika.
- Politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Indonesia mulai diikuti negara-negara yang tidak masuk Blok Barat dan Blok Timur
d. Manfaat KAA Bagi Negara Asia Afrika
1) Perjuangan bangsa-bangsa Asia Afrika untuk memperoleh kemerdekaan semakin meningkat;
2) Kedudukan bangsa-bangsa Asia-Afrika dalam percaturan politik dunia mulai diperhitungkan;
3) Meningkatnya kerja sama antar negara Asia-Afrika, dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya;
e. Manfaat KAA bagi Dunia
1) Ketegangan dunia menjadi agak berkurang;
2) Politik rasialis (diskriminasi warna kulit) mulai berkurang;
3) Negara-negara penjajah mulai melepaskan daerah jajahannya.
1) Perjuangan bangsa-bangsa Asia Afrika untuk memperoleh kemerdekaan semakin meningkat;
2) Kedudukan bangsa-bangsa Asia-Afrika dalam percaturan politik dunia mulai diperhitungkan;
3) Meningkatnya kerja sama antar negara Asia-Afrika, dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya;
e. Manfaat KAA bagi Dunia
1) Ketegangan dunia menjadi agak berkurang;
2) Politik rasialis (diskriminasi warna kulit) mulai berkurang;
3) Negara-negara penjajah mulai melepaskan daerah jajahannya.
Konferensi Asia Afrika berhasil menggalang solidaritas di antara bangsa-bangsa Asia-Afrika. Dasa sila Bandung telah membakar semangat dan menambah kekuatan moral para pejuang Asia-Afrika yang tengah memperjuangkan kemerdekaannya. Sebelum diselenggarakan KAA, hanya ada lima negara Afrika yang merdeka, yaitu Ethiopia, Mesir, Libya, Liberia, dan Afrika Selatan. Sejak KAA sampai tahun 1965, tercatat sebanyak 33 negara Afrika memperoleh kemerdekaannya.
Rabu, 01 Juni 2016
Menyoal Pengangguran Terbuka: Mau Dibawa Kemana Lulusan SMTA ?
Catatan ringan: Boy Yendra Tamin.
Berapa banyakah orang dalam posisi menganggur di Indonesia saat ini ? Di awal tahun 2011 tercatat jumlah pengangguran terbuka di Indonesia 9,25 juta orang dan angka tersebut belum termasuk mereka dalam kategori setengah pengangguran yang dalam diprediksi LIPI pada tahun 2011 jumlahnya mencapai 34,32 juta orang. Berdasarkan catatan BPS jumlah angka pengangguran
Kerja sama ekonomi Asean meliputi apa saja?
Kerja Sama Ekonomi
Pada awal pembentukannya perdagangan barang dan jasa antar negara ASEAN masih sangat kecil. Oleh karena itu kerja sama ekonomi diarahkan untuk meningkatkan volume perdagangan dan pertukaran jasa antar anggota. Bentuk kerja sama ini antara lain berupa penerapan tarif khusus bagi barang dan jasa sesama negara anggota ASEAN.
KTT ASEAN IV di Singapura pada tahun 1992 meluncurkan gagasan untuk menerapkan kawasan perdagangan bebas yang dikenal dengan AFTA (ASEAN Free Trade Area). Tujuan pembentukan kawasan ini adalah untuk meningkatkan daya saing kawasan agar mampu bersaing dengan negara atau kawasan lainnya. Usaha ini dicapai melalui penghapusan tarif ataupun hambatan-hambatan lainnya dalam rangka meningkatkan efisiensi ekonomi, produktivitas dan daya saing.
Kerja sama ekonomi juga dilakukan melalui pembentukan kawasan pertumbuhan. Pembentukan kawasan pertumbuhan ini antara lain bertujuan untuk meningkatkan perdagangan, investasi, pariwisata, perkebunan, dan perikanan pada suatu kawasan. Pembentukan kawasan pertumbuhan antara Indonesia dengan negara-negara anggota ASEAN antara lain adalah BIMP-EAGA (Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipines-East ASEANGrowt Area) dan IMT-GT (Indonesia, Malaysia, and Thailand-Growth Triangle).
Gagasan pembentukan BIMP-EAGA datang dari Presiden Fidel Ramos (Filipina) dan diresmikan tahun 1994. Kawasan pertumbuhan BIMP-EAGA mencakup:
1. Brunai Darussalam;
2. Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Indonesia);
3. Sabah, Sarawak, dan Labuhan (Malaysia);
4. Mindanao dan Palawan (Filipina).
Sedangkan IMT-GT didirikan oleh Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kerja sama ini diresmikan pada pertemuan pertama Tingkat Menteri IMT-GT di Langkawi, Malaysia, pada tanggal 20 Juli 1993. Kawasan IMT-GT mencakup antara lain sebagai berikut:
1. Sumatera Utara dan Aceh (Indonesia); Sumatera Utara dan Aceh (Indonesia);
2. Kedah, Perlis, Penang, dan Perak (Malaysia);
3. Satun, Narathiwat, Yala, Songkhla, dan Pattani (Thailand).
Pada awal pembentukannya perdagangan barang dan jasa antar negara ASEAN masih sangat kecil. Oleh karena itu kerja sama ekonomi diarahkan untuk meningkatkan volume perdagangan dan pertukaran jasa antar anggota. Bentuk kerja sama ini antara lain berupa penerapan tarif khusus bagi barang dan jasa sesama negara anggota ASEAN.
KTT ASEAN IV di Singapura pada tahun 1992 meluncurkan gagasan untuk menerapkan kawasan perdagangan bebas yang dikenal dengan AFTA (ASEAN Free Trade Area). Tujuan pembentukan kawasan ini adalah untuk meningkatkan daya saing kawasan agar mampu bersaing dengan negara atau kawasan lainnya. Usaha ini dicapai melalui penghapusan tarif ataupun hambatan-hambatan lainnya dalam rangka meningkatkan efisiensi ekonomi, produktivitas dan daya saing.
Kerja sama ekonomi juga dilakukan melalui pembentukan kawasan pertumbuhan. Pembentukan kawasan pertumbuhan ini antara lain bertujuan untuk meningkatkan perdagangan, investasi, pariwisata, perkebunan, dan perikanan pada suatu kawasan. Pembentukan kawasan pertumbuhan antara Indonesia dengan negara-negara anggota ASEAN antara lain adalah BIMP-EAGA (Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipines-East ASEANGrowt Area) dan IMT-GT (Indonesia, Malaysia, and Thailand-Growth Triangle).
Gagasan pembentukan BIMP-EAGA datang dari Presiden Fidel Ramos (Filipina) dan diresmikan tahun 1994. Kawasan pertumbuhan BIMP-EAGA mencakup:
1. Brunai Darussalam;
2. Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Indonesia);
3. Sabah, Sarawak, dan Labuhan (Malaysia);
4. Mindanao dan Palawan (Filipina).
Sedangkan IMT-GT didirikan oleh Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kerja sama ini diresmikan pada pertemuan pertama Tingkat Menteri IMT-GT di Langkawi, Malaysia, pada tanggal 20 Juli 1993. Kawasan IMT-GT mencakup antara lain sebagai berikut:
1. Sumatera Utara dan Aceh (Indonesia); Sumatera Utara dan Aceh (Indonesia);
2. Kedah, Perlis, Penang, dan Perak (Malaysia);
3. Satun, Narathiwat, Yala, Songkhla, dan Pattani (Thailand).
Pada tahun 1997, kepala negara dan pemerintahan negaranegara anggota ASEAN menginginkan integrasi ekonomi kawasan lebih jauh lagi. Integrasi dilakukakn untuk mengurangi hambatan fisik dalam aliran barang, jasa, dan investasi, dari suatu negara ke negara lain masih dalam satu kawasan. Langkah ini dilakukan antara lain melalui pengembangan jaringan transportasi ASEAN.
Penandatanganan kesepakatan apa saja yang ditempuh untuk menciptakan stabilitas di kawasan Asia?
Berbagai usaha untuk menciptakan stabilitas di kawasan Asia Tenggara ditempuh melalui penandatanganan berbagai dokumen atau kesepakatan, antara lain:
a. Perjanjian mengenai kawasan damai, bebas dan netral atau Zone of Peace, Freedom, and Neutrality (ZOPFAN) atau dikenal dengan Deklarasi Kuala Lumpur pada tanggal 27 November 1971. Perjanjian ini berisikan keinginan untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, bebas dan netral
b. Perjanjian persahabatan dan kerja sama di Asia Tenggara(Treaty of Amity and Cooperation in South-east Asia) padatanggal 24 Februari 1976 di Bali.
a. Perjanjian mengenai kawasan damai, bebas dan netral atau Zone of Peace, Freedom, and Neutrality (ZOPFAN) atau dikenal dengan Deklarasi Kuala Lumpur pada tanggal 27 November 1971. Perjanjian ini berisikan keinginan untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, bebas dan netral
b. Perjanjian persahabatan dan kerja sama di Asia Tenggara(Treaty of Amity and Cooperation in South-east Asia) padatanggal 24 Februari 1976 di Bali.
c. Perjanjian kawasan bebas senjata nuklir pada tanggal 15 Desember 1997 di Bangkok.Perjanjian ini melarang masingmasing negara anggota ASEAN untuk mengembangkan, memproduksi, atau memiliki senjata nuklir. Bahkan juga melarang menjadi tempat persinggahan senjata nuklir, dan melakukan uji coba nuklir
d. Komunitas keamanan ASEAN pada tanggal 7 Oktober 2003 di Bali. Pembentukan komunitas keamanan ASEAN datang atas prakarsa Indonesia. Melalui komunitas keamanan ASEAN akan didirikan sebuah pusat untuk memerangi terorisme, pelatihan pasukan penjaga perdamaian, dan pertemuan secara teratur antara polisi dan menteri pertahanan ASEAN
ASEAN menginginkann kerja sama dalam bidang politik dan keamanan lebih luas lagi. Pada tahun 1991, ASEAN membentuk ASEAN Regional Forum (ARF). Forum ini mengikutkan negaranegara lain di luar kawasan Asia Tenggara, antara lain Australis, Jepang, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, Korea Utara, Cina, dan Kanada.
d. Komunitas keamanan ASEAN pada tanggal 7 Oktober 2003 di Bali. Pembentukan komunitas keamanan ASEAN datang atas prakarsa Indonesia. Melalui komunitas keamanan ASEAN akan didirikan sebuah pusat untuk memerangi terorisme, pelatihan pasukan penjaga perdamaian, dan pertemuan secara teratur antara polisi dan menteri pertahanan ASEAN
ASEAN menginginkann kerja sama dalam bidang politik dan keamanan lebih luas lagi. Pada tahun 1991, ASEAN membentuk ASEAN Regional Forum (ARF). Forum ini mengikutkan negaranegara lain di luar kawasan Asia Tenggara, antara lain Australis, Jepang, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, Korea Utara, Cina, dan Kanada.
Jelaskan alasan mengapa ada kerja sama antara negara asean?
Mengapa Ada Kerja sama Antarnegara Asia Tenggara?
Hubungan suatu negara dengan negara lain tidak lepas dari kepentingan nasional negara masing-masing. Semua negara tentu ingin menjadi maju dan sejahtera. Namun untuk menjadi maju dan sejahtera, suatu negara membutuhkan negara lain karena beberapa alasan berikut.
a. Perbedaan Kondisi Geografis
Meski sama-sama berada di Asia Tenggara, setiap negara memiliki kekayaan alam yang berbeda-beda. Indonesia memiliki wilayah yang amat luas. Sementara Singapura dan Brunai Darussalam memiliki wilayah yang sempit. Brunai memiliki kekayaan minyak bumi yang besar tetapi Singapura tidak. Jadi setiap negara harus bekerja sama dengan negara lain. Hal tersebut dikarenakan setiap negara membutuhkan barang dari negara lain
b. Perbedaan dalam Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perbedaan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong kerja sama di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, industri, dan bidang lainnya yang membutuhkan keahlian dan mesin-mesin modern. Sebagai contoh, Singapura terkenal maju dalam bidang pendidikan. Pelajar Indonesia dengan demikian dapat belajar ke Singapura daripada jauh-jauh belajar ke Amerika serikat. Namun sebaliknya, karena Indonesia memiliki daerah pertanian dan lautan yang luas, negara lain dapat belajar mengenai teknikpertanian dari Indonesia.
c. Politik dan Keamanan
Kerja sama seringkali dilakukan karena kesamaan paham politik. Tujuan kerjasama ini adalah untuk mengakrabkan hubungan kedua negara. Dapat juga digunakan untuk melindungi kepentingan politik negara-negara penganut paham yang sama terhadap paham politik lainnya. Kesadaran akan saling tolongmenolong, berada dalam kawasan yang sama, dan menjaga keamanan bersama juga dapat menumbuhkan kerja sama. Hubungan kerja sama antarnegara dalam suatu kawasan dapat dilakukan antara lain melalui latihan militer bersama atau patroli bersama di laut
d. Kesamaan dalam Berbagai Hal
Terkadang bukan perbedaan yang membuat kita bekerja sama dengan negara tetangga. Persamaan posisi, kebudayaan, asal-usul, dapat mendorong terjalinnya kerja sama. Meskipun terdapat beragam alasan untuk bekerja sama dengan negara lain, kerja sama itu haruslah membawa manfaat. Beragam manfaat bisa kita petik dari kerjasama dengan negara lain. Manfaat itu antara lain kebutuhan hidup dapat terpenuhi. Selain itu, kita dapat bertukar pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan teknologi. Melalui pertukaran itu, kualitas sumber daya manusia kita dapat meningkat
Hubungan suatu negara dengan negara lain tidak lepas dari kepentingan nasional negara masing-masing. Semua negara tentu ingin menjadi maju dan sejahtera. Namun untuk menjadi maju dan sejahtera, suatu negara membutuhkan negara lain karena beberapa alasan berikut.
a. Perbedaan Kondisi Geografis
Meski sama-sama berada di Asia Tenggara, setiap negara memiliki kekayaan alam yang berbeda-beda. Indonesia memiliki wilayah yang amat luas. Sementara Singapura dan Brunai Darussalam memiliki wilayah yang sempit. Brunai memiliki kekayaan minyak bumi yang besar tetapi Singapura tidak. Jadi setiap negara harus bekerja sama dengan negara lain. Hal tersebut dikarenakan setiap negara membutuhkan barang dari negara lain
b. Perbedaan dalam Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perbedaan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong kerja sama di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, industri, dan bidang lainnya yang membutuhkan keahlian dan mesin-mesin modern. Sebagai contoh, Singapura terkenal maju dalam bidang pendidikan. Pelajar Indonesia dengan demikian dapat belajar ke Singapura daripada jauh-jauh belajar ke Amerika serikat. Namun sebaliknya, karena Indonesia memiliki daerah pertanian dan lautan yang luas, negara lain dapat belajar mengenai teknikpertanian dari Indonesia.
c. Politik dan Keamanan
Kerja sama seringkali dilakukan karena kesamaan paham politik. Tujuan kerjasama ini adalah untuk mengakrabkan hubungan kedua negara. Dapat juga digunakan untuk melindungi kepentingan politik negara-negara penganut paham yang sama terhadap paham politik lainnya. Kesadaran akan saling tolongmenolong, berada dalam kawasan yang sama, dan menjaga keamanan bersama juga dapat menumbuhkan kerja sama. Hubungan kerja sama antarnegara dalam suatu kawasan dapat dilakukan antara lain melalui latihan militer bersama atau patroli bersama di laut
d. Kesamaan dalam Berbagai Hal
Terkadang bukan perbedaan yang membuat kita bekerja sama dengan negara tetangga. Persamaan posisi, kebudayaan, asal-usul, dapat mendorong terjalinnya kerja sama. Meskipun terdapat beragam alasan untuk bekerja sama dengan negara lain, kerja sama itu haruslah membawa manfaat. Beragam manfaat bisa kita petik dari kerjasama dengan negara lain. Manfaat itu antara lain kebutuhan hidup dapat terpenuhi. Selain itu, kita dapat bertukar pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan teknologi. Melalui pertukaran itu, kualitas sumber daya manusia kita dapat meningkat
Langganan:
Komentar (Atom)