Catatan: Boy Yendra Tamin
Seorang ahli sains yang murni tidak mempunyai pilihan etika, keagamaan, politik, sastra, filsafat, moral atau status perkawinan. Sebagai ahli sains ia tidak mempunyai perhatian tentang apa yang benar (right) dan apa yang salah (wrong), apa yang baik dan apa yang jahat, akan tetapi perhatiannya hanya kepada apa yang betul (true) dan apa yang keliru (false)[1] Padangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar