Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang dapat diperjual belikan, baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri. Instrumen-instrumen keuangan yang biasa diperjual belikan di padar modal seperti saham, obligasi, waran, reksa dana, dan instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun intuisi lainnya, dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian , masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan resiko masing-masing instrument.
Kondisi pasar modal di Indonesia tahun ini tidak terlepas dari perlambatan perekonomian baik di tingkat global dan domestik. Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dai tanggal 2 Januari hingga 7 Agustus 2015, mengalami penurunan hinggal -9,01% atau di level 4.770,30. Dibandingkan tahun 2010, pada tahun 2015 saat ini terjadi peningkatan IHSG sebesar 29%. "Dalam lima tahun terakhir IHSG di Indonesia masih relatif lebih baik dibanding perkembangan indeks di beberapa bursa global. Kita masih lebih baik dari Australia, Malaysia, dan Singapura."(Nurhaida)
Emiten adalah sebutan untuk perusahaan yang melakukan emisi atau menerbitkan dan menjual saham atau obligasi kepada masyarakat. Tidak semua perusahaan dapat dikatakan sebagai Emiten. Hanya perusahaan yang saham atau obligasinya diperdagangkan di bursa efek saja yang disebut sebagai Emiten. Di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat lebih dari 400 emiten saham dan sekitar 82 emiten obligasi. Dengan kian bertambahnya perusahaan yang memutuskan untuk menjual efek kepada masyarakat, semakin banyak dan beragam pula pilihan investasi surat berharga yang dapat diambil oleh investor.
Daftar Pustaka:
marketeers.com/article/pasar-modal-terus-tumbuh-dalam-lima-tahun-terakhir.html Diakses pada 13 Januari 2016 19.11
www.idx.co.id/beranda/informasi/bagiinvestor/pengantarpasarmodal.aspx Diakses pada 13 Januari 2016 19.41
Tidak ada komentar:
Posting Komentar